SISTEM AMONG DALAM KEPRAMUKAAN
Makalah ini disusun
untuk memenuhi tugas pada mata kuliah:
“Pramuka”
Disusun oleh:
Chayatul Firdaningsih (210615169)
Kelas
PG.E
Syamsuddin, M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
STAIN PONOROGO
MARET 2016
I.
PENDAHULUAN
1.
Hubungan
Pembina Pramuka dengan peserta didik merupakan hubungan khas di mana Pembina Pramuka
wajib memperhatikan perkembangan peserta didiknya secara pribadi agar
perhatian terhadap pembinaannya berjalan sesuai dengan tujuan
kepramukaan.
2.
Gerakan
Pramuka menerapkan prinsip kepemimpinan Sistem Among dalam proses pembinaannya.
II.
MATERI POKOK
1.
Sistem Among
adalah sistem pendidikan yang dilaksanakan dengan cara memberikan kebebasan
kepada peserta didik untuk dapat bergerak dan bertindak dengan leluasa.
Sistem Among memberi kesempatan kepada peserta didik untuk
mengembangkan kepribadiannya, bakat, kemampuan, dan cita-citanya. Pembina
Pramuka sebagai pamong berperan untuk menjaga, membenarkan, meluruskan,
mendorong, memberi motivasi serta sebagai tempat berkonsultasi dan bertanya.
Sejauh mungkin Pembina menghindari unsur-unsur perintah, keharusan,
dan paksaan. Dengan memberi kebebasan dan kesempatan berkreasi seluas-luasnya,
peserta didik mengembangkan kreativitas sesuai aspirasinya dan memperkuat rasa
percaya diri akan kemampuannya.
2.
Sistem Among
mewajibkan Pembina Pramuka melaksanakan prinsip - prinsip kepemimpinan sebagai
berikut :
a.
Ing ngarsa
sung tulada (di depan memberi teladan).
b.
Ing madya
mangun karsa (di tengah-tengah membangun kemauan).
c.
Tut wuri
handayani (dari belakang memberi daya/kekuatan atau dorongan dan pengaruh yang
baik kearah kemandirian).
3.
Kegiatan
kepramukaan dengan menggunakan sistem among dilaksanakan dalam bentuk kegiatan
nyata dengan contoh - contoh nyata yang dapat dimengerti dan dihayati, atas
dasar minat dan karsa para peserta didik. Pembina Pramuka harus mampu
menjadi contoh/teladan peserta didiknya.
4.
Dalam
pelaksanaannya, Sistem Among digunakan secara terpadu, tidak terpisah-pisah,
satu dengan lainnya saling berkaitan. Oleh karena itu bagi semua golongan
peserta didik ( S, G, T, D ) diberikan keteladanan, daya kreasi dan
dorongan.
5. Pelaksanaan
Sistem Among oleh Pembina
6.
Dalam
melaksanakan tugasnya Pembina Pramuka wajib bersikap dan berperilaku :
a.
jujur, adil,
pantas, sederhana, sanggup berkorban, setia kawan, kasih sayang dan cinta
kasih.
b.
Disiplin dan
inisiatif.
c.
Bertanggungjawab
terhadap diri sendiri, sesama manusia, negara dan bangsa, alam dan lingkungan
hidup, serta bertanggungjawab kepada Tuhan yang Maha Esa.
7.
Peserta
didik dibina sesuai dengan minatnya untuk bekal mengabdi dan berkarya, melalui
proses :
a.
Learning by doing, belajar
sambil bekerja
b.
Learning by teaching, bekerja
sambil mengajar
c.
Learning to earn, belajar
mencari penghasilan
d.
Earning to live,
penghasilan untuk hidup
e.
Living to serve, kehidupan
untuk bekal mengabdi
III. PENUTUP
Pelaksanaan Sistem Among dalam
kepramukaan merupakan anak sistem Scouting
methode/metode kepramukaan yang perwujudannya terpadu dengan Prinsip Dasar
Kepramukaan, Metode Kepramukaan, Kode Kehormatan Pramuka, Motto Kepramukaan dan
Kisan Dasar Kepramukaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar